Pemesanan : 0811-7231-093 | COD JABODETABEK, KARAWANG, MEDAN, SURABAYA, YOGYAKARTA, BANDAR LAMPUNG

Pap Smear : Pengertian, Manfaat dan Prosedur Pemeriksaan

Apa Itu Pap Smear

Pap smear adalah sebuah prosedur untuk menguji kehadiran kanker serviks pada wanita. Manfaat Pap Smear adalah Deteksi dini kanker serviks, yang sangat penting utuk pengobatan sejak pra kanker, jadi peluang kesembuhan menjadi lebih besar.

Pemeriksaan pap smear juga dapat mendeteksi perubahan sel-sel leher rahim Anda yang kemungkinan dapat berubah menjadi kanker di masa depan. Mendeteksi sel abnormal sejak dini dengan melakukan tes Pap smear, merupakan langkah pertama Anda dalam menghentikan kemungkinan perkembangan kanker serviks.

pengertian pap smearSiapa yang harus mengikuti tes Pap Smear?

Dokter Anda dapat memutuskan kapan saat yang tepat bagi Anda untuk memulai Pap Smear dan seberapa sering Anda harus melakukan tes ini. Umumnya dokter akan mulai menyarankan setiap wanita yang berusia di atas 21 tahun untuk mulai melakukan tes ini.

Seberapa sering harus menjalani Pap Smear?

Dokter umumnya merekomendasikan mengulangi tes Pap Smear setiap 3 tahun untuk wanita dengan usia 21-65 tahun.

Jika Anda memiliki faktor risiko tertentu, dokter mungkin merekomendasikan lebih sering menjalani Pap smear, terlepas dari usia Anda. Faktor risiko ini termasuk:

  • Diagnosis Pap smear sebelumnya yang menunjukkan sel-sel prakanker
  • Paparan Dietilstilbestrol (DES)
  • Infeksi HIV
  • Sistem kekebalan tubuh melemah karena transplantasi organ, kemoterapi atau penggunaan kortikosteroid.

Anda dan dokter Anda dapat mendiskusikan manfaat dan risiko dari Pap smear dan memutuskan apa yang terbaik untuk Anda berdasarkan faktor-faktor risiko yang Anda miliki.

Kapan Pap Smear Bisa Berhenti Dilakukan?

Dalam situasi tertentu seorang wanita tidak perlu lagi menjalani tes Pap Smear, seperti:

  • Setelah histerektomi total. Yakni operasi pengangkatan rahim termasuk leher rahim. Jika histerektomi Anda dilakukan untuk kondisi non-kanker, seperti fibroid rahim, Anda tidak perlu lagi menjalani Pap smear rutin. Tetapi jika histerektomi Anda adalah untuk kondisi prakanker atau kanker serviks, dokter mungkin menyarankan melanjutkan tes Pap Smear secara rutin.
  • Usia tua. Dokter umumnya dapat mempertimbangkan menghentikan pengujian Pap Smear pada wanita yang sudah berusia 65 tahun ke atas, hanya jika hasil tes sebelumnya tidak menunjukan tanda tanda kanker serviks.

Keakuratan Tes Pap Smear

Pap smear adalah cara yang paling aman untuk deteksi kanker serviks. Namun, ada kemungkinan pasien menerima hasil palsu – yang berarti bahwa tes menunjukkan tidak ada kelainan, padahal Anda memiliki sel-sel abnormal. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hasil palsu meliputi:

  • Jumlah sel yang dikumpulkan tidak memadai
  • Sel-sel abnomal hanya sedikit
  • Darah atau inflamasi sel menutupi sel-sel abnormal

Untuk memastikan bahwa Pap smear Anda akurat, ikuti tips berikut ini sebelum menjalani tes:

  • Hindari hubungan intim
  • Hindari obat-obatan vaginal
  • Hindari spermisida (alat kontrasepsi yang mengandung bahan kimia untuk membunuh sperma) selama dua hari sebelum melakukan Pap smear
  • Jangan menjalani Pap smear selama periode menstruasi.

Baca Juga : Gejala dan Ciri-Ciri Kanker Serviks

Prosedur Pemeriksaan Pap Smear

Pap smear dilakukan di ruangan dokter dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Anda mungkin diminta untuk menanggalkan pakaian sepenuhnya atau hanya dari pinggang ke bawah.

prosedur pap smearAnda akan berbaring telentang di meja dengan lutut ditekuk, dengan tumit beristirahat pada alat yang disebut stirrups. Dokter dengan lembut memasukkan alat yang disebut spekulum ke dalam vagina Anda. Spekulum ini dapat menyebabkan sensasi tekanan di daerah panggul Anda.

Kemudian dokter akan mengambil sampel sel serviks Anda menggunakan sikat lembut atau perangkat Scraping datar yang disebut spatula. Hal ini biasanya tidak sakit.

Hasil

Pap smear dapat mendeteksi kehadiran sel-sel yang mencurigakan yang perlu diuji lebih lanjut.

Jika hanya sel-sel serviks normal yang ditemukan selama pemeriksaan Pap smear, Anda dikatakan memiliki hasil negatif.

Jika sel-sel abnormal ditemukan selama pemeriksaan Pap smear, Anda dikatakan memiliki hasil positif. Hasil positif tidak berarti Anda memiliki kanker serviks. Hasil positif akan tergantung pada jenis sel  yang ditemukan dalam pengujian Anda.

Jika hasil Pap smear Anda positif, dokter akan melakukan prosedur yang disebut kolposkopi menggunakan alat pembesar khusus untuk memeriksa jaringan serviks, vagina dan vulva.

Dokter Anda mungkin juga mengambil sampel jaringan (biopsi) dari setiap daerah yang tampak abnormal. Sampel jaringan kemudian dikirim ke laboratorium untuk analisis dan diagnosis definitif.

Referensi : www.mayoclinic.org

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.