Pemesanan : 0811-7231-093 | COD JABODETABEK, KARAWANG, MEDAN, SURABAYA, YOGYAKARTA, BANDAR LAMPUNG

Cara Penularan HIV AIDS yang Sangat Penting Untuk Diketahui

Penularan HIV AIDSCara penularan hiv sangat perlu untuk anda ketahui, untuk mengantisipasi dan pencegahan terhadap penyakit yang mematikan ini. Hingga saat ini HIV AIDS masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia dan para ahli kedokteran belum menemukan obat obatan pasti yang dapat membunuh hiv tersebut. Pengobatan yang dilakukan hanya sebatas mengurangi gejala yang dirasakan saja, namun gejala tersebut dapat kambuh kembali. Untuk anda yang sudah mengetahui betapa berbahayanya penyakit ini sebaiknya dihindari karena penyakit ini dapat menular, cara penularan dari hiv aids ini pun melalui kegiatan kegiatan yang khusus seperti sex bebas dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Penularan hiv aids tidak sembarang, hanya melalui cairan cairan dalam tubuh tertentu seperti darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu yang terinfeksi hiv aids. Cairan ini dapat tertular apabila anda langsung berhubungan langsung dengan orang yang menderita hiv aids seperti bayi yang meminum air susu ibu yang terinfeksi hiv aids, penggunaan jarum suntik dari darah orang yang terinfeksi hiv aids, berhubungan badan dengan orang yang terinfeksi hiv aids, diluar itu kemungkinan untuk anda tertular sangat kecil.

Berikut cara penularan hiv aids

1. Hubungan di luar nikah

Penyebaran utama dari hiv aids melalui hubungan di luar nikah. Dimana pelaku bergonta ganti pasangan dan tanpa menggunakan alat pengaman atau obat obatan untuk mencegah penularan hiv aids.

2. Melalui penggunaan jarum suntik

Penularan berikutnya melalui jarum suntik. Penggunaan jarum suntik secara bergantian baik itu digunakan untuk proses medis ataupun digunakan oleh pecandu narkoba dimana jarum tersebut sebelumnya telah digunakan oleh orang yang terinfeksi hiv aids.

3. Melalui ibu yang terinfeksi hiv aids

Penularan hiv lainnya dapat terjadi pada anak ataupun bayi yang baru dilahirkan. Jika seorang ibu yang menderita hiv aids semasa kehamilan dan tidak meminum obat dokter, maka berisko tinggi bagi si bayi untuk terkena hiv aids. Selain itu pemberian ASI bagi anak tersebut juga dapat menularkan hiv aids. Untuk itu lakukan pengobatan hiv aids agar tingkat jumlah kematian bayi yang baru lahir akibat hiv aids berkurang.

Dalam kasus tertentu hiv aids dapat ditularkan melalui :

1. Tranfusi darah, transplantasi organ dapat beresiko menularkan hiv aids. Penularan berikutnya hiv aids dapat melalui tranfusi darah. Jika anda menerima donor darah yang berasal dari orang terinfksi hiv aids maka anda beresiko tertular hiv aids.

2. Makan dari makanan yang telah dikunyah oleh penderita hiv dapat beresiko tertular hiv aids. Memang kasus ini cukup jarang, namun dapat terjadi pada bayi, dimana makanan tersebut dikunyah oleh orang dewasa yang terinfeksi hiv aids dan diberikan kepada bayi, maka bayi tersebut beresiko terinfeksi hiv aids.

3. Digigit oleh orang yang terinfeksi hiv aids hingga berdarah dapat beresiko menularkan hiv aids, dimana hiv akan masuk melalui jaringan jaringan kulit yang rusak atau melalui darah.

4. Bersentuhan antara luka/ kulit rusak terhadap darah dengan orang yang terinfeksi hiv aids.

5. Pada saat berciuman. Berciuman dengan orang yang terinfeksi hiv aids dan si penderita terdapat luka pada gusi atau sariawan maka penularan virus tersebut dapat melalui darah dari si penderita hiv tersebut.

Baca juga artikel terkait mengenai 11 Cara Ampuh Mencegah Virus HIV AIDS.

Itulah beberapa cara penularan virus hiv aids yang perlu anda ketahui. Diharapkan dengan mengetahuinya dapat mencegah dan mengurangi tingkat penderita hiv aids. Kami selalu berharap agar penyakit ini tidak terjadi pada kita semua. Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan yang berguna bagi kita semua.

Sumber : www.cdc.gov

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.